Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus adalah lima planet yang dapat dengan mudah dilihat dari bumi dengan mata telanjang.
Tetapi tidak untuk Uranus, dalam kondisi ideal, untuk dapat melihat Uranus dengan jelas akan membutuhkan bantuan teropong atau teleskop.
Begitupun dengan planet kedelapan, Neptunus. Anda memerlukan alat untuk memperbesar penglihatan seperti halnya teleskop.
Bagimana dengan Pluto? Sempat dinyatakan hilang tahun 2006, kini Pluto di anggap para astronom sebagai planet kerdil, mungkin karena ukuran nya sangat kecil dan Pluto adalah planet paling jauh dari matahari.
Photo: The Sun taken by the SOHO probe (ESA/NASA)
Unsur dari tata surya 99% dibentuk oleh matahari. Elemen utama yang begitu padat dan panas yang biasanya sekering inti penolak melebur bersama reaksi nuklir yang dapat menghasilkan sejumlah besar energi. Unsur dari Matahari sebagian besar adalah hidrogen dan helium, serta memancarkan partikel bermuatan yang disebut angin matahari di sekitar tata surya. Fenomena seperti jilatan api matahari dan bintik matahari merupakan bukti kuat medan magnet Matahari, yang perubahan siklus nya terjadi setiap 11 tahun.
Photo: Mercury taken by the Messenger probe (NASA/JHU Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution)
Planet paling dalam di Tata Surya adalah Merkurius, planet yang sangat padat dan terdapat banyak kawah pada permukaanya. Merkurius atau Mercury membutuhkan waktu sekitar 59 hari untuk berputar mengelilingi Bumi dan memakan waktu 88 hari untuk dapat mengelilingi Matahari. Hal ini memungkinkan untuk melihat Merkurius dari bumi tanpa bantuan teleskop atau teropong. Tetapi terangnya sinar matahari cukup mengganggu penglihatan dalam pengamatan planet Merkurius. Posisi Merkurius yang sangat dekat dengan matahari menjadikannya tidak memungkinkan bagi terciptanya kehidupan.

Photo: Venus taken by the Galileo probe (NASA/JPL)
Venus, planet kedua dari Matahari, adalah tempat yang memiliki tingkat panas yang sangat ekstrim dan juga kering dengan tekanan permukaan lebih tinggi 90 kali dibandingkan dengan bumi. Venus juga memiliki lapisan atmosfer yang super tebal yang mengandung karbon dioksida. Karena permukaannya yang disembunyikan oleh awan asam sulfat dan memiliki ukuran yang hampir sma dengan Bumi, astronom berspekulasi bahwa selama bertahun-tahun yang lalu mungkin Venus adalah dunia subur yang penuh kehidupan. Tetapi karena hawa panas matahari yang berlebihan dan efek pemanasan rumah kaca pada bumi membuat Venus hancur dan seperti neraka yang tidak memungkinkan terjadinya kehidupan.
Photo: The Earth rising behind the Moon taken by the Apollo 16 crew (NASA)
Bumi, planet ketiga dari Matahari, keunikan alam semesta seperti saat ini merupakan satu-satunya planet yang sangat mendukung terciptanya kehidupan. Ia memiliki satelit alam yang bernama Bulan dan merupakan planet terbesar urutan kelima di tata surya. Jarak yang ideal dari Matahari dianggap salah satu alasan utama mengapa Bumi adalah rumah bagi kehidupan luas. Posisi Bumi terhadap matahari atau para astronom biasa menyebutnya dengan zona Goldilocks, membuat suhu di Bumi tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin untuk makhluk hidup. Sampai dengan saat ini, para astronom masih mencari planet berbatu yang memiliki zona Goldilocks seperti bumi pada deretan tata surya.

Photo: Victoria Crater on Mars taken by the Mars Reconnaissance Orbiter probe (NASA/JPL-Caltech/University of Arizona/Cornell/Ohio State University)
Mars, planet keempat dari Matahari, merupakan planet pertama di tata surya yang terlihat dari bumi melalui teleskop karena posisi nya yang paling dekat dengan Bumi. Astronom dapat meilhat secara samar fitur permukaan Mars yang mengalami perubahan musim dan berspekulasi mengenai peradaban Mars yang maju dan berkembang. Pada tahun 1960 dan 1970 an, NASA Mariner dan Viking probe menemukan bahwa planet yang dingin dan tak bernyawa ini pernah mengalamin banjir besar pada permukaannya. Namun baru-baru ini, Rovers (sejenis kendaraan otomatis tanpa penumpang dan memiliki enam roda yang dikirim ke Mars guna melakukan penelitian) telah mengkonfirmasi bahwa air dingin yang terdpata di permukaan Mars memberikan bukti bahwa telah terjadi atau tercipta kehidupan mikroba pada masa lalu.

Photo: A true colour mosaic of Jupiter taken by the Cassini probe (NASA/JPL/Space Science Institute)
Jupiter, planet terbesar dalam tata surya, memiliki ukuran lebih dari 1.000 Bumi. Planet kelima dari Matahari ini disebut juga "gas raksasa" , karena tidak memiliki permukaan padat yang hanya terdiri dari hidrogen dan helium. Planet raksasa ini memiliki inti hidrogen cair logam yang dapat menghasilkan medan magnet yang sangat kuat. Jupiter memiliki banyak satelit seperti Moon(bulan), Europa, Ganymede dan Callisto.

Photo: Saturn taken by the Cassini probe (NASA/JPL/Space Science Institute)
Saturnus, satu-satunya planet yang dikelilingi oleh kumpulan planet-planet kecil yang membentuk sebuah cincin raksasa. Planet keenam dari Matahari dan kedua terbesar di tata surya. Elemen utama dari planet ini terdiri dari hidrogen dan helium yang tidak memiliki permukaan padat, diibiratkan Saturnus akan mengambang apabila terdapat media yang sangat besar yang bisa menampung air dan memasukkan Saturnus ke dalamnya. Saturnus memiliki 25 satelit yang masing-masing memiliki diameter sepanjang 6 mil (10 km) . Satelit nya yang paling besar adalah Titan, yang memilki atmotsfer paling tebal pada tata surya.

Photo: Uranus taken by the Voyager 2 probe (NASA)
Planet ketujuh dari matahari yang pertama kali teridentifikasi pada tahun 1781 oleh William Herschel adalah Uranus. Pada awal terbentuknya, diceritakan bahwa Uranus mendapat benturan dari planet lain dan bergerak menyamping. Akibatnya, sumbu Uranus bergeser lebih menyamping 98 derajat dibandingkan dengan bumi yang memiliki 23,5 derajat dari matahari. Seperti planet-planet gas raksasa lainnya, Uranus tidak memiliki permukaan padat. Ia memiliki warna biru pada permukaan yang merupakan kumpulan dari kristal-kristal kecil amonia yang membeku. Uranus juga memiliki 2 unsur utama yaitu hidrogen dan helium. Uranus pernah dikunjungi oleh tim peniliti luar angkasa, Voyager 2 probe (NASA).
Photo: View of Neptune composed of images taken by the Voyager 2 probe (NASA)
Neptunus adalah planet terluar dalam Tata Surya, planet ini tidak bisa dilihat dari bumi tanpa menggunakan bantuan teleskop atau teropong. Hal ini dikarenakan Neptunus ditutupi oleh es, awan biru metana yang cerah dan bergerak dengan sangat cepat, lebih dari 700mph (1.100 km / jam). (sakti-mums, dari berbagai sumber)