Jakarta, kasakusuk.com
Objek seperti komet, asteroid dan planet-planet yang memiliki ukuran sangat kecil akan mendapat perhatian yang sama pentingnya bila dikaji secara ilimiah.
Dalam penelitian objek-objek ini, dapat ditemukan hasil yang tidak kalah spektakuler seperti saat mengkaji bulan dan planet lain yang ukurannya jauh lebih besar.
Sebagai salah satu contoh yang terjadi pada tahun 1994, saat itu tercipta sejarah yang menjadi perhatian para peneliti luar angkasa ketika komet Shoemaker-Levy 9 menabrak Jupiter.
Para astronom menyimpulkan bahwa beberapa benda kecil di tata surya terbentuk dari gas, debu, batu dan es yang tersisa dari proses terbentuknya planet-planet besar. Mereka juga beranggapan bahwa penelitian terhadap asteroid dapat memberikan petunjuk penting tentang teori pembentukkan tata surya.
ASTEROID

Photo: Asteroid Ida taken by the Galileo probe (NASA/JPL)
Asteroid adalah salah satu benda ruang angkasa yang terbentuk dari campuran material batu atau logam, ditemukan berputar mengelilingi Matahari melewati jalur yang disebut "asteroid belt" (sabuk asteroid) yang berada diantara Mars dan Jupiter
Pada tata surya terdapat miliaran asteroids yang berukuran sangat kecil, ukuran paling kecil dikenal dengan sebutan meteoroids, sedangkan yang memiliki ukuran paling besar (berdiameter hampir 966km) disebut Ceres atau terkadang disebut minor planet atau planetoids. Asteroid dipercaya terbentuk dari unsur sisa pembentukan planet besar.
Meteor sering kali menabrak atmosfer bumi, meteor yang dapat menembus atmosfer bumi dan jatuh kepermukaan bumi disebut meteorites.
KOMET

Photo: Comet Holmes taken by the Spitzer Space Telescope (NASA)
Komet adalah benda dingin yang melepaskan gas dan debu saat mengorbit Matahari. Unsur inti yang padat pada komet terbentuk dari air yang membeku, debu, dan terkadang terbentuk juga dari zat beku lain seperti amonia. Radiasi matahari memanaskan unsur inti dari komet dan membentuk atmosfer berupa gas dan debu yang disebut koma.
Ekor dari Komet terjadi karena aliran dari partikel yang terus-menerus menjauh dan terkikis dari badan komet karena radiasi matahari. Seperti halnya Asteroid, Komet juga merupakan unsur-unsur sisa dari pembentukan planet-planet luar.
KUIPER BELT (Sabuk Kuiper)

Photo: Artist's impression of the Kuiper Belt object Quaoar (NASA)
Sabuk Kuiper bergerak mengorbit Matahari melewati Neptunus. Ratusan juta objek Kuiper Belt yang membeku diperkirakan menjadi sumber dari terbentuknya beberapa komet di tata surya. Pluto sekarang dianggap sebagai objek Kuiper Belt yang berukuran besar, tetapi digolongkan sebagai planet yang sangat kecil. Kuiper Belt dianggap sebagai material sisa dari pembentukan planet-planet yang memiliki permukaan datar yang sangat besar.
OORT CLOUD (Awan Oort)

Photo: Two views of Comet Hale-Bopp, a long-period comet believed to have come from the outer Solar System (NASA/JPL/STScI)
Oort Cloud terdiri dari sejumlah besar benda yang membeku yang menyelimuti tata surya jauh melampaui orbit Neptunus dan Kuiper Belt. Diperkirakan Oort Cloud berada disekitar 50.000 unit astronomi (sekitar 4,6 triliun kilometer) dari Matahari dan menandai tepi tata surya.
Oort Cloud sangat jauh dari pengaruh gaya grafitasi matahari yang melewati kumpulan bintang dapat mengubah orbit objek-objek di dalam awan itu, mengirimkan mereka ke dalam Tata Surya kita selama satu kali periode komet (minimal 200 tahun untuk mengorbit Matahari ) atau keluar ke ruang tata surya.
PLUTO

Photo: Pluto and its moons taken by the Hubble Space Telescope (NASA, ESA, H. Weaver (JHU/APL), A. Stern (SwRI), and the HST Pluto Companion Search Team)
Pluto pernah dinyatakan sebagai planet dalam tata surya yang memiliki jarak terjauh dari matahari selama 76 tahun, sampai akhirnya pada tahun 2006 di re-klasifikasikan sebagai pecahan planet kecil. Ditemukan oleh astronom Amerika Clyde Tombaugh pada tahun 1930, yang sebelumnya pertama kali diprediksikan keberadaannya pada tahun 1915 oleh astronom Percival Lowell.
Pluto sekarang digolongkan sebagai salah satu objek dari kumpulan Kuiper Belt, memiliki lapisan terluar berupa cakram es, dan menjadi benda gelap di luar Neptunus.
Pluto memiliki satu bulan besar yaitu Charon, yang memiliki ukuran hampir setengah dari ukuran Pluto itu sendiri, juga memiliki dua bulan yang jauh lebih kecil, Nix dan Hydra. NASA New Horizon menjadwalkan untuk mengunjungi Pluto tahun 2015 (sakti-mums, dari berbagai sumber)